Rabu, 12 Desember 2012

Bulir-Bulir Kerinduan



Terkisah berawal dari sebuah taman yang indah dan mempesona untuk menghilangkan rasa jenuh serta gundah di setiap hati yang sedang memiliki kepenatan hati. Jasmine berjalan di sederetan bunga – bunga yang bermekaran. cuaca yang begitu cerahnya, angin yang sejuk untuk dirasakan, warna hijau yang begitu membahana dalam setiap mata mamandang, Namun tak sejalan dengan wajah anggun Jasmine. Rawut wajahnya seakan mendung, kusut bahkan seakan kehilangan senyumnya.

Jasmine duduk ditempat yang rindang. Mata alam pikirannya menjelajah keruang dimensi yang sangat jauh disana. Tampa dia rasakan setetes air mata bergelinangan diantara mata merokahnya hingga mengaliri pipi putihnya, bak salju yang mencair. Sekilas dalam lamunannya terbersit wajah seorang lelaki pujaan hatinya. Lelaki yang sangat dia cinta dan sayangi. Lelaki yang kini menjadi tunangannya Jasmine. Namun lelaki itu pergi nan jauh disana mencari ilmu disembrang sana.

“ Ya alloh, Ya Rohman, Ya Rohim. Rahmat-Mu, Taufiq-Mu, serta Hidayah-Mu. Semoga tetap selalu hadir dalam setiap langkahnya. Berikanlah mahabbah Rasul-Mu, sehingga tunanganku selalu terpatri dalam dalam setiap alur ajaran-Mu. Jauh dia dari mala bahaya dan mala petaka, jauhkan dia dari segala sesuatu yang bisa menjauhkan diri dari ridho-Mu. Ya Alloh, ya Rohman, Ya Rohim. Kuat hamba juga, sehingga hanba selalu bisa menghadapi hubungan ini.”

Waktu terus berputar sebagaimana mestinya, Tapi tampa terasa jam menunjukkan pukul 11.30 WIB. Dia terperanjak dari lamunannya, Dimana bulir-bulir kerinduannya terpecak oleh suara alunan sholawat yang membahana diantara taman dan menyebar diantara pepohonan-pepohonan. Jasmine segera berlari pulang, karena hari ini dia harus pergi ke suatu tempat. Tempat yang akan mengisi kesehariannya tampa pujaan hati disisihnya. Jasmine akan didaftarkan ke Universitas Angkatan Kebidanan.

Kakinya semakin dipercepat, air matanya yang menetes hebat, Lansung diusapnya, Berharap kedua orang tuanya tidak curiga dengan apa yang dia rasakan. Melintasi lorong – lorong di sebuah gang kecil dia belok kiri di pertigaan. Rumahnya memang dipinggir jalan raya, namun Jasmine masuk melalui belakang rumahnya, sehingga masih berputar melewati gang samping rumahnya.

“Jamine, Jasmine ayo sholat dhuhur.”

Terdengar teriakan ibunya dari muholla rumahnya

“ Iya, iya ma, aku masih ambil wudhu dulu.”

Bulir-bulir kerinduan Jasmine semakin terobati oleh keheningan sholat berjema’ah bersama keluarganya. Alam yang semakin panas dan matahari semakin perkasa memancarkan sinarnya menambah suhu diatas normalnya. Namun menghadap ilahy robby tak membuat keluarga jasmine merasakan suasana panasnya siang itu. Selain didalam musholla ada kipas anginnya. Suara dzikir  menambah sejuknya jiwa.

“Jasmine kamu harus siap-siap untuk pergi ke AKBID.” Ujar bapak Jasmine

“Ia yah, tapi…”  Bungkam seribu bahasa

“Tapi kenapa? Jasmine.” Sahut ibundanya

“Apa aku bisa ngejalaninya, Aku kan tidak terlalu bisa, apalagi sekarang aku lagi…”

Ayah Jasmine lansung mengambil alih pembicaraan Jasmine dengan berusaha memantapkan Hati Jasmine yang sedang sedih akibat Tunangannya yang baru kemarin berangkat ke Luar Negeri untuk menuntut ilmu.

“ Jasmine anakku, kamu harus kuatkan dirimu, kamu harus memantapkan niat dan tekatmu, Tunanganmu disana sedang menimba ilmu yang lebih barokah dan manfaat. Kamu juga harus fokus dengan perkuliahan ini. Alloh pasti akan memberikan yang terbaik untuk umatnya yang tabah dan bersabar.”

Tampa banyak basa-basi lagi Jasmine langsung pergi kedalam kamarnya dan mengganti baju. Dia sadar bahwa setelah dia menjadi Mahasiswa waktu dan tenaganya akan tersita. Berusaha Jasmine mantapkan hati dan jiwannya supaya dia tetap selalu istiqomah, Sabar Serta ikhlas menjalani ini semua.
***

Moh. Fitroh / Fiterozero terlahir di Sampang, 03 Pebruari 1988, tinggal di jl. Raya Pangilen Sampang-Madura Jawa timur.

Sampang, 13  Desember 2012
(Terik Matahari - Pulau Garam Madura)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar