Minggu, 16 Desember 2012

Belajar Keyboard Dasar

Seharian Berada di Kecamatan Omben belajar kunci-kunci dasar Keyboard berasama dengan Ustad fausi dan Ustad Rohman Keyboard.

Sebelum Saya berangkat pergi ke Omben, teman saya yang bernama Lian dan Aswary mengajak untuk berkumpul di rumah Anas Madegan. namun saya gak bisa karena diajak oleh Ustad Fausi untuk belajar Organ di rumah Ustad rohman di Kecamatan Omben.

Hari Minggu, 16 desember 2012 Pagi bercuaca cerah, namun diperjalanan saya dihadang oleh Hujan rintik-rintik, tapi saya dan ustad fausi tetap melanjutkan perjalanan, karena takut ditunggu oleh ustad rohman di omben.

45 menit dalam perjalanan kami tempuh, akhirnya nyampek juga ke tempat tujuan.

yaa  saya lansung belajar kunci dasarnya

hmmmm..... tapi susah juga sich hingga kepalaku pusing 7 keliling


begitu hari minggu yang aku alami hingga jam 3 an siang aku disana


pulang dech.........


Rabu, 12 Desember 2012

Bulir-Bulir Kerinduan



Terkisah berawal dari sebuah taman yang indah dan mempesona untuk menghilangkan rasa jenuh serta gundah di setiap hati yang sedang memiliki kepenatan hati. Jasmine berjalan di sederetan bunga – bunga yang bermekaran. cuaca yang begitu cerahnya, angin yang sejuk untuk dirasakan, warna hijau yang begitu membahana dalam setiap mata mamandang, Namun tak sejalan dengan wajah anggun Jasmine. Rawut wajahnya seakan mendung, kusut bahkan seakan kehilangan senyumnya.

Jasmine duduk ditempat yang rindang. Mata alam pikirannya menjelajah keruang dimensi yang sangat jauh disana. Tampa dia rasakan setetes air mata bergelinangan diantara mata merokahnya hingga mengaliri pipi putihnya, bak salju yang mencair. Sekilas dalam lamunannya terbersit wajah seorang lelaki pujaan hatinya. Lelaki yang sangat dia cinta dan sayangi. Lelaki yang kini menjadi tunangannya Jasmine. Namun lelaki itu pergi nan jauh disana mencari ilmu disembrang sana.

“ Ya alloh, Ya Rohman, Ya Rohim. Rahmat-Mu, Taufiq-Mu, serta Hidayah-Mu. Semoga tetap selalu hadir dalam setiap langkahnya. Berikanlah mahabbah Rasul-Mu, sehingga tunanganku selalu terpatri dalam dalam setiap alur ajaran-Mu. Jauh dia dari mala bahaya dan mala petaka, jauhkan dia dari segala sesuatu yang bisa menjauhkan diri dari ridho-Mu. Ya Alloh, ya Rohman, Ya Rohim. Kuat hamba juga, sehingga hanba selalu bisa menghadapi hubungan ini.”

Waktu terus berputar sebagaimana mestinya, Tapi tampa terasa jam menunjukkan pukul 11.30 WIB. Dia terperanjak dari lamunannya, Dimana bulir-bulir kerinduannya terpecak oleh suara alunan sholawat yang membahana diantara taman dan menyebar diantara pepohonan-pepohonan. Jasmine segera berlari pulang, karena hari ini dia harus pergi ke suatu tempat. Tempat yang akan mengisi kesehariannya tampa pujaan hati disisihnya. Jasmine akan didaftarkan ke Universitas Angkatan Kebidanan.

Kakinya semakin dipercepat, air matanya yang menetes hebat, Lansung diusapnya, Berharap kedua orang tuanya tidak curiga dengan apa yang dia rasakan. Melintasi lorong – lorong di sebuah gang kecil dia belok kiri di pertigaan. Rumahnya memang dipinggir jalan raya, namun Jasmine masuk melalui belakang rumahnya, sehingga masih berputar melewati gang samping rumahnya.

“Jamine, Jasmine ayo sholat dhuhur.”

Terdengar teriakan ibunya dari muholla rumahnya

“ Iya, iya ma, aku masih ambil wudhu dulu.”

Bulir-bulir kerinduan Jasmine semakin terobati oleh keheningan sholat berjema’ah bersama keluarganya. Alam yang semakin panas dan matahari semakin perkasa memancarkan sinarnya menambah suhu diatas normalnya. Namun menghadap ilahy robby tak membuat keluarga jasmine merasakan suasana panasnya siang itu. Selain didalam musholla ada kipas anginnya. Suara dzikir  menambah sejuknya jiwa.

“Jasmine kamu harus siap-siap untuk pergi ke AKBID.” Ujar bapak Jasmine

“Ia yah, tapi…”  Bungkam seribu bahasa

“Tapi kenapa? Jasmine.” Sahut ibundanya

“Apa aku bisa ngejalaninya, Aku kan tidak terlalu bisa, apalagi sekarang aku lagi…”

Ayah Jasmine lansung mengambil alih pembicaraan Jasmine dengan berusaha memantapkan Hati Jasmine yang sedang sedih akibat Tunangannya yang baru kemarin berangkat ke Luar Negeri untuk menuntut ilmu.

“ Jasmine anakku, kamu harus kuatkan dirimu, kamu harus memantapkan niat dan tekatmu, Tunanganmu disana sedang menimba ilmu yang lebih barokah dan manfaat. Kamu juga harus fokus dengan perkuliahan ini. Alloh pasti akan memberikan yang terbaik untuk umatnya yang tabah dan bersabar.”

Tampa banyak basa-basi lagi Jasmine langsung pergi kedalam kamarnya dan mengganti baju. Dia sadar bahwa setelah dia menjadi Mahasiswa waktu dan tenaganya akan tersita. Berusaha Jasmine mantapkan hati dan jiwannya supaya dia tetap selalu istiqomah, Sabar Serta ikhlas menjalani ini semua.
***

Moh. Fitroh / Fiterozero terlahir di Sampang, 03 Pebruari 1988, tinggal di jl. Raya Pangilen Sampang-Madura Jawa timur.

Sampang, 13  Desember 2012
(Terik Matahari - Pulau Garam Madura)

Senin, 10 Desember 2012

Memilih Makna Kota


menengadah kearah yang menjulang
setiap jiwa siap mengapresiasi maknanya
setiap jiwa siap melihat perubahan
demi makna kota dimasa akan datang


semuanya bermimpi
semuanya berharap
namun rasa kecemasan selalu menggelora
bahkan takut merana selalu membayang

sebab, makna yang ada
bisa berubah menjadi tiada arti
tiada definisi
hingga tiada pengertian yang nyata

kota siap terukir
oleh jiwa yang penuh makna dalam harap
oleh jiwa yang penuh harap dalam angan
oleh jiwa yang penuh angan dalam masa depan

masa depan kota yang siap
memilih calon pemimpin kota
yang siap mengubah masa kota
dimasanya nanti


Karya Anak Sampang


telah terbit...

Pancaran Hati Bunda
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, 2012
109 hlm. ; 13 x 19 cm


Copyright © 2012 by Fiterozero, Aswary Agansya dkk.

Penulis : Fiterozero, Aswary Agansya,
Lian Hadinata, Nanaz Nasrul, dkk.
Editor : Fiterozero
Setting dan Layout : Goresan Pena Publishing
Desain Sampul : Nanaz Nazrul, Fiterozero
Picture Sampul : By google.com
ISBN : 978-927-8863-29-6

harga : 31.000

belum termasuk ongkir

pesan : Ketik PHB_NAMA_ALAMAT_JUMLAH kirim ke 082 3311 3 6699 / 087 866 116 936







Ibu
Kau adalah wanita yang hingga detik ini tak tergantikan pesonanya
Kau adalah wanita yang hingga kapanpun akan menjadi yang pertama
Kau adalah wanita yang dengan penuh ikhlas menimangku
Kau tanpa pamrih, tanpa upah, bahkan tanpa balasan hingga kini

Ibu
Kau istiqomah mengasuhku hingga kini
Kau sabar menyuapi makanku, hingga ku bisa menggunakan tangan ini
Kau bagai emas, mutiara dan berlian yang mempesona
... 
***

Kamis, 22 November 2012

Diantara Anggoennya Hujan



Gemercik
Terdengar begitu risihnya
Membahana diantara bumi persada
Namun penuh arti dan makna serta hikmah

Kucoba tuk pejamkan mata
Kurasakan lewat sahdunya malam
Diantara lebatnya hujan
Namun angan dan bayangannya tak kunjung hilang

Cinta-Nya
Terukir melalui hujan yang mengalir
Tersemai lewat harum semerbak tanah desa

Subhanalloh
Lidah ini bergetar bersama dinginnya hujan
Mata ini pun tak kuasa untuk melihat
Pancoran yang teraliri tetes hujan

Sungguh anggunnya selalu hadir
Dalam hujan, walaum mata terpejam
Warnanya tetap memancar disetiap lebatnya hujan