Minggu, 06 Desember 2015

SEDIKIT CELOTEHAN TENTANG TERBENTUKNYA ARENA DESAIN



Antara  tahun 2005-2006 yang lalu, tepatnya ketika diriku berada dibangku Sekolah Menengah Atas. Seorang kakak yang bernama Moh. Muhlis menyuruhku untuk membuat sebuah papan nama dari seng yang dicat.  “Arena Sablon” yang bergerak dibidang percetakan sablon khusus undangan resepsi pernikahan. kakakku tersebut bekerja sama dengan paman yang sudah ahli dibidang persablonan.

Setiap kali ada orang yang memesan, dengan telaten menerimanya walau hasilnya hanya cukup untuk membeli bensin. Namun disitulah Arena Sablon mulai dikenal oleh masyarakat sekitar. Setiap kali ada yang ingin mengadakan acara resepsi pernikahan, Arena Sablon siap untuk membuat undangannya.

Beberapa bulan berjalan hanya dengan bermodal papan nama yang terpampang agak reot di bawah pohon mangga di pintu gerbang. Tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek juga. Kakakku pergi merantau jauh kekota metro disana. Akan tetapi, Arena Sablon masih tetap berdiri.

Diriku yang kala itu hanyalah seorang anak SMA tak begitu mengerti akan cara kerjasama kakakku ini. Dia hanya memberitahukan beberapa kalimat yang sudah tak ingat lagi apa kalimat itu. Namun intinya tentang Arena Sablon.

Tahun 2007 diriku sudah menyelesaikan seragam putih abu-abuku. Arena Sablon masih dikenal oleh banyak orang disekitar, namun sudah tak seperti 2 tahun sebelumnya. Dimana orderan besar-besaran melanda usaha mini tersebut.

Nama Arena Sablon sudah mulai hilang dari pandangan bersama dengan robohnya Papan Nama di pertengahan tahun 2008. Diriku mulai focus terhadap pendidikan untuk mengajar disebuah lembaga pendidikan yang dinaungi oleh pondok pesantren. Namun Arena Sablon tidak benar-benar hilang secara kasat mata. Pemesan undangan masih saja kerap kali datang untuk memesan undangan.

Masa terus berjalan, hingga akhirnya diriku mulai sedikit mengerti akan butuhnya sebuah usaha untuk menjadi sampingan disela-sela nganggurnya waktu. Diriku mulai belajar untuk membuat sendiri bagaimana cara menyablon yang benar. Walau tak seahli pamanku, namun diriku lebih memilih menggunakan alat yang lebih modern. Hasilnya lumayan untuk sedikit nabung dan jajan serta pulsa. Sementara diriku hanyalah seorang remaja yang tak berpenghasilan.
Dunia global sudah mulai menjamur. Media social juga sudah mulai menjadi kebutuhan anak muda masa itu. Entah tepatnya pada tahun kapan regenerasi sebuah nama “Arena Sablon” menjadi “Arena Desain”.  Seingatku “Arena Desain” Ada ketika diriku mulai bertemu dengan sahabat SMA ditempatku mengajar. Bahkan mereka memperkenalkanku dengan dunia luar selain Sekolah dan kantor dinas. Mereka memberi warna baru dalam kejenuhanku yang selama ini membelengguku. Surabaya, komunitas bahkan pembentukan sebuah persahabatan yang hingga kini tidak pernah terlupakan. Walau diriku sekarang sudah memiliki keluarga.
Arena Desain itu terinspirasi dari nama “Bengkel Desain” yang diprakarsai oleh Temanku di Surabaya sana. Arena Desain Kini bukan hanya bergerak dibidang undangan resepsi belaka. Sekarang Arena Desain sudah mampu memproduksi Kaos Pres, Keramik Pres, Gelas Pres, Pin, laminating, Foto Copy, cetak Foto figora dan bahkan dibidang konveksi kaos juga.
Dimasa sekarang Arena Desain sudah resmi secara kepemerintahan. Walau Omsetnya Masih dibilang kecil, tapi syukurku Tak terkira. Lumayanlah rezeki Alloh tak akan lari kemana.

Arena Desain Sekarang bukan hanya berdiri dibawah naungan Moh. Fitroh belaka. Disini sudah ada wanita hati yang setia menemani Arena Desain. bahkan menejemennya sudah mulai dirapikan dengan manis kayak permen gulali. Dia Robiatul Adawiyah

Semangat baru Arena Desain Akan selalu indah bersama FW Kecil Yang akan segera hadir di alam fana ini. Dia akan menambah kemanisan Arena Desain dan Keramaian Bahagianya. Celoteh ini Baru saja dimulai.

Barokah dan sukses selalu buat Arena Desain. Sayapmu akan semakin berkibar selalu.
Lancar dan Selamat Buat Istri dan FW Kecilku. Semoga Kesehatanmu bukan hanya jasmani belaka, namun akan tembus kedalam kesehatan Rohani.

Semoga beruntung juga fiddunya wal Akhirah. Amin
***
Dan bagaimana kelanjutannya Tentang Arena Desain?. Kita lihat saja nanti....
 Ini baru permulaan ....